Rabu, 24 Agustus 2011

"peradaban setan pun masih beradab"

tersekap malam ku di peradaban setan yang mungkin lebih berbudaya dari segelintir fraksi yang menghamba pada pancasila berideologi atheis.

hukum rimba pun bersinggasana di kursi tuan demokrat,terlantarkan keadilan di kolong meja.
tak peduli jerit pengemis yang tercekik dasi meregang nyawa di alun alun negri.
sementara iblispun terbirit menghindar dari kata "kambing hitam" manusia yang bertuhan sejumlah rupiah.

"Tuhanku masih Allah" teriak iblis...!!!

setan berkata..!!!
"hanya satu sebab kami di laknat tuhan "sombong"..
enggan bersujud pada adam,namun kami jujur dalam kemunafikan,terima hukuman tuhan dengan gagah"

tak sepert kalian manusia yang katanya mulya..
yang dengan gagah membela dosa yang tlah jelas terbuka,
munafik dalam keji,merasa diri tetap suci.

sekarang katakan pada ku tuhan..!!!
"adakah yang lebih setan dari manusia yang kau cipta katanya dengan mulya...???
nyata sudah ketika malaikat berkata.."Tuhan ku...kenapa kau cipta khalifah di muka bumi yang hanya akan menumpahkan darah..???"



lantas tuhan berfirman:

"akulah tuhan kalian,aku tau apa yang ku lakukan,tugasmu hanya mengikuti aturan mainku,
perankanlah sesuai kehendaku"


"BISMILLAH"

"YAA AYYUHANNAA SU'BUDU ROBBAKUMULLADZI KHOLAQOKUM WALLADZI KHOLAQOKUM WALLADZI NA MIN QOBBLIKUM LA'ALLAKUM TATTAQUUN. . . . "


MAHA BENAR ALLAH ATAS SEGALA FIRMAN NYA. . .



(kurniawan al isyhad)

Minggu, 21 Agustus 2011

"pelangi terakhir buat sang malam""pelangi terakhir buat sang malam"

jemput aku di keabadian,
kan ku tanggalkan kefanaan yang selalu beriku luka,
lelah dgn air mata dan kepedihan yang datang silih berganti.
muak dengan ego yang tak manusiawi,
aku lelaaah....

kan ku tuju tempat peristirahatan terakhirku tuk henyakan sesak di dada.
tidur dengan senyum selamanya.

selamat tinggal a...

senja pamit...


"pelangi sunyi senja"

Jumat, 19 Agustus 2011

"cengkrama gila"

jerit syair mendesis,melatah bijak tak bernyawa.
berhambur huruf tanpa ruh
tebarkan aksara sebab,sukma gilakan pesona.

ahh. . .
mungkin ku terlalu peka
atau kegilaanya melebihi gila ku..

haruskah kita ukur derajat ke"gila"an kita?

"maaf aku tak gila kata ku...!!!

lantas ku buka celana dan ku kencingi ke"waras"anya..

gilaaa. . .gilaa. . .
teriaknya menelanjangiku,
lantas memperkosaku dari belakang layaknya anjing "gila"..

berontaku kau anggap angkuh..
diam ku kau anggap kalah...

sementara liur anjing gila trus menetes di belakang pantat penelaah bungkam terpesona,
menatap auratku,dan kemaluan nya, atau dia terlalu bijak"gila".

perih sungguh gila ku di gagahi gila nya..
hingga membuncah terkapar gila nya di bawah ketidak"waras"anku.

dalam gila nya dia bermimbar..

"demi waktu,sesungguhnya manusia ada dalam kerugian,kecuali orang2 beriman dan beramal soleh,yg saling menasehati di jalan kebenaran dan kesabaran"


aku pun ber ingsut pegangi perut,
kala pendakwah tak bercelana

"gilaaa. . . .teriak para peng gila"

Rabu, 17 Agustus 2011

"HAMPA"

inspirasi terbirit kala jemari terjepit
di tombol kekunci.

kaku otak ku beku
kelu lidah tergagap ucap,
layar tertawa pada jiwa yang hampa..

hanya amarah...
enggan ku luah

hanya kecewa...
takan ku ungkap

hanya sepi...


saat kau tak disini.....

Selasa, 09 Agustus 2011

sajak malam: "ratapan malam"

sajak malam: "ratapan malam": "ratapku menghiba di secarik angin menggoyang pena dalam tarian resah akan sua yang tak jua sempurna acus mesti ku akan serumu yang menggu..."

"15 RAMADHAN 2 TAHUN SILAM"

"halilintar malam"
. . . . .
. . . . .
netra mengemban titah banyu demi menziarahi prasasti ukiran seni hidup dan kehidupan di bayang renta.


faragraf membahana dendam,tika melintas wajah~wajah durja yang bersekutu menusuk tulang punggung ku.

lidah~lidah anjing berjiwa setan menyalak di pantat menghirup aroma tuak bersenyawa membokar memaksaku kibarkan panji seorang diri merecah shaf fitnah pengkhianatan kalian.


kau...!!!
bidadari berjiwa iblis,melumat menghisap setiap tetes keringat merubah arah otak sehingga rasio enggan berkiblat terbujuk rayu busukmu.
akupun terpuruk kau tersenyum di balik punggung beranjak entahkan ratapku dengan seru acuhmu.

dan...

kalian...!!!
komplotan kodok berjiwa ular hembuskan kemarau di rumahku

penyebab isak ibu ku
penyebab luka ayahku
dan hilanglah bahagiaku saat itu.

maaf kan aku. .

pada mu. . .

pada kalian...

yang takan ada fitri sehingga malam bertemu TUHAN.

kan ku buat jiwa kalian berpuasa dari tentram,
sebelum kalian tersungkur tanamkan jidat di jejak air mata ibuku.


inilah halilintar malam yang kan membakar komplotan kurcaci penyebab pedih,

dan aku takan berhenti sebelum ajal pertemukan aku dengan keabadian.

maaf. . . .

(kurniawan al isyhad)

Senin, 08 Agustus 2011

"Mawar bermahkota jingga"

kuncup mengacu rindu
tungkai kelopak tak mencabang asa,
atas nama cinta ku unggah rasa.

kala hati tak kuasa menampung sepi,meluahlah kembara angan membelah pekat malam dalam rentak aksara nuansa ke tidak" waras" an.


bukan cinta biasa kala rasio bertelanjang otak di gemas kelopak tanggal kan rekah kuncup terjatu
"maaf jika aku merindumu"


bunga berjuntai di tepi malam menjeda jejak musafir di tengah kembara telaah akan sabda demi menziarahi denting melodi yang tercekal di aliri pagi.



siapa...??

adalah kau mawar...!!!

setangkai inspirasi langit kala gumam sinar enggan berkiblat di jantung kenegerian hati yang teraniaya sepi.


hanya kau mawar...

pengubah halu sang pelempar sauh,tika layar enggan berlabuh di bebulir pasir dingin dermaga para niaga cinta kau angkuh tak menghargakan cinta.



mawar...!!!


kau tlah benihkan kasih di taman langit.
lantas beranjak pergi lafadzkan syahadat cinta yang hampir terlupakan.


maka hilanglah warna langit dan karam dalam warna hitam nya malam yang enggan mengeja fajar.


dan akulah malam yang lahir dari buih birahi mawar.



(kurniawan al_isyhad)