Rabu, 28 September 2011

halilintar malam

putus malam di aliri pagi
di dera sinar keresahan di altar pesugihan
setia yang mati di sembelih nasib
kini malam ikuti peradaban hawa tak beadab

berayun goyangan pinggul tarian bercabang lidah ular

nit....nit....nit....

hitungan mundur halilintar malam,
diseret pasang amarah ke bibir langit,
memaksa malam turun ke bumi,
acak pesugihan nafsu di sarang para ular,

luciferbermandikan sinar bulan,
tersenyum bibir bergincu merah darah,
bulir lahar membakar semua kejujuran di kiri kanan,

ahhh...!

malan terlalu dekat dengan kegelapan,
bahkan bersahabat dengan kejahatan

Yeuh...!

aing tandang mawa jejerih ati,
mesat kujang siliwangi nakis trisula bikang nu poho lemah wadi
aing lir ibarat langit peuting nu aya di ereng-ereng taneuh beureum
hudang ti patapaan jahanam khusus keur ilaing...

bias malam untuk senja

kuncup gugur di aborsi semi,
cinta terlantar di perkosa dusta

bunga layu kumbang terlantar,

kenapa???

senja senyap dalam pelukan bintang muram,
pelangi terbirit mengungsi semedi
bahkan sebelum malam datang

kenapa mesti terjadi???

sungguh laknat cinta jika hanya jadi perbudakan duka
lantas ku teriak..

"wahai laki-laki dan wanita yang tercela di mata bintang
apakah itu cinta"???"

Senin, 26 September 2011

ketika kau tak ada

ada sajak berderak patah
di kremasi prosa senyap yang
mengayun deras.

ada bait_bait langit yang mati
terhakimi hening yang mendesing.

ada bahana dendam mencorak
ada hembusan duka meranggas

semua ada dalam luka tiada dua

saat kau tak ada.

Minggu, 25 September 2011

wadezziggg......

kumal faras malam di dera hujatan waktu,
yang mendengus berdansa dengan nafsu.

lusuh jubah terkoyak di sayat zaman hitam
yang sedari kemarin membenturkan diri
di dinding kehidupan.

edaaannn.....

terbahak melatah pongah
kala pantat di jilat jiwa_jiwa anjing
kentut menusuk anus,
klitoris di sentil ideologi atheis.

malam dongo melongo
tergetar saraf
menghajar hitam jiwa" binatang

wadezzig...........

FUCK......!!!!!!!

saat malam terdampar
di bulir pasir kerdil,

sepi.......

bertiarap ku di pemberhentian
angin,
mengeja ulang nama mu dalam nama ku
yang terpendam di peti mati haraf
antarkan ke alamat sejati.

duh,,,

sesal berkelok biduk,terdogma iba rasa
terpedaya telaga purnama retak tak
berbydaya esa.

akhiran ha,ha,ha,...

menukuk telunjuk
menjulang jari tengah

FUCK....!!!!!

KAU.....

kembali selusuri alamat sejati
setelah menjeda langkah
di kelok tak beradab.

sebuah keternyatan merubah
arah pandang akan peradaban hawa
yang terisolir pedih
mendaulat setia atas kelopak cinta.

kau...!!!

delegasi taman langit
rekah meruah aura indah
cecerkan sinaran saat gemintang
berbenturan.

kau...!!!

bunga di bibir malam,
inspirasi tak bertepi
di selembar kanvas malam
tika melukis kiblat muram.

kau...!!!

sejati arah langkah
sebelum jejak berkelok
terpedaya bulan yang menggerhanakan
rasa di jejantuing malam.

dan bersama kau...

kan ku acak altar pesugihan para dewa
penyembah berhala cinta.

hingga kau...

tentram dalam nuansa indah setia.

KAU(S M)

ku gilai otak ku

dalam kegilaan ku,
aku sadar batas ketidakwaran ku.

dalam sadar ku,
aku di gilai orang gila
yang tak menyadari kegilaan nya

terpaksa aku pura-pura gila
dalam ketikwaranku.

tp ku selalu mencoba jujur
dalam gila ku.


aku menggilai kamu
otak ku.